Wahyu Aditya – Menjadi Pengusaha Muda dari Hobi Menggambar

 Wahyu Aditya

Siapa bilang hobi menggambar hanya bisa jadi pelukis saja?, Siapa bilang hobi menggambar tak bisa membuat perusahaan?, Siapa bilang pelajaran menggambar tidak penting dan pelajaran matematika saja yang penting?, Siapa bilang kesuksesan hidup hanya milik sang jenius matematika?
Wahyu Aditya sangat tak suka matematika bahkan dia bersumpah serapah hanya mau kuliah di jurusan yang tidak ada matematikanya. Ia lebih suka bercorat-coret di atas kertas, menggambar berbagai tokoh imajinasinya daripada berlatih soal matematika.
Namun toh keberhasilan hidupnya melalui hobi menggambar bisa melampaui sang ahli matematika. Bahkan Wahyu Aditya telah bisa mendirikan perusahaan sendiri dan mencetak pundi-pundi kekayaannya sendiri sewaktu umurnya masih berkepala dua dari hobinya menggambar. Inilah Biografi Wahyu Aditya.

(Penulis menulis seperti ini bukan berarti penulis juga benci matematika, namun memang seperti itulah Wahyu Aditya seperti yang penulis baca di buku biografinya).
Muda, pintar, kreatif, memiliki bisnis sendiri dann banyak uang, tentu menjadi impian banyak orang. Gara-gara sering menyaksikan acara “Gemar Menggambar” yang ditayangkan di TVRI era tahun 90-an, diusianya yang masih relatif muda, Wahyu Aditya yang lahir pada tanggal 4 Maret 1980 di Malang, telah memiliki semua impian hidup itu.
Dengan kemampuannya dibidang desain grafis dan animasi, ia menjadi pemain utama dalam bisnis animasi dan desain grafis di tanah air. Bahkan iapun banyak diburu oleh perusahaan kreatif untuk menggarap sederet pesanan iklan. Baik iklan komersial maupun iklan layanan masyarakat.
Titik balik yang membuat nama Adit menggebrak dunia animasi internasional adalah ketika dewan juri yang terdiri dari para pakar film Inggris menyatakannya sebagai juara International Young Screen Entrepreneur of the Year 2007. Pada event yang diselenggarakan oleh British Council di Apollo Theatre West End London. Wahyu Aditya telah berhasil menumbangkan saingannya yang berasal dari India, Cina, Brazil, Polandia, Slovenia, Lithuania, Nigeria an Lebanon.
Dewan juri menilai Adit berhasil memadukan antara kreativitas, idealisme dan bisnis di usianya yang masih sangat muda. Pada saat itu usianya baru 27 tahun namun ia telah berhasil mendirikan sekolah film HelloMotion dan memprakarsai festival ilm Hellofest dimana setiap tahun meraup 10 ribuan penonton muda di seluruh Indonesia.
Ditengah keterbatasan industri animasi kreatif di tanah air, Adit dinilai mampu menciptakan pasarnya sendiri. Sudah beberapa brand komersial ditanganinya antara lain PLN, Bushway, Kampanye pemilu, Jakarta Internasional Film Festival (JIFFEST) dan Pertamina.
Siapakah sosok Wahyu Aditya atau akrab disapa Adit? Bagaimana tiba-tiba dari seorang yang tak pernah terdengar namanya menjadi animator kelas dunia? Berikut ini Kisah Sukses dan Biografi Wahyu Aditya.

Kisah Gambar Dinding

Kegemaran Adit dalam menggambar sudah terlihat sejak duduk dibangku SD. Ketika masih kelas 1 di SD Cor Jesu 1 Malang, ia pernah memenangkan lomba menggambar. Kegemarannya itu kemudian disalurkan dengan mengirim gambar pada Tino Sidin, tokoh legendaris yang membawakan acara “Gemar Menggambar” di TVRI kala itu. Sayang gambarnya tak pernah terpilih untuk ditayangkan.
Ketika kelas VI SD, ia rajin mengisi buku tulisannya dengan berbagai gambar dan cerita. Daripada membeli mainan ia lebih sering membeli kertas HVS untuk dicorat-coreti dengan gambaran. Ia juga pawai menyulap buku tulisnya menjadi komik dengan menciptakan ilustrasi sederhana dari berbagai tokoh rekaannya. Nama-nama tokoh dipelesetkan dengan mengambil inspirasi dari lingkungannya. Seperti empat sekawan menjadi enam sekawan, mengacu pada jumlah “preman cilik” di sekolahnya.
Hasil gambarannya kemudian disebarkan ke teman sekelas. Banyak yang menyukai dan terhibur oleh gambaran Adi, “ Saya senang jika mereka terhibur oleh karya saya,” katanya girang.
Ketika SMP, Adit dipercaya mengelola rubrik khusus untuk majalah sekolahnya. Isinya tentang keadaan sekolah waktu itu.
Hobi menggambar terus berlanjut hingga SMA. Bahkan dinding sekolahpun ia gambari, “Saya murid ertama yang diperbolehkan menggambari dinding,” katanya mengenang. Karirnya sebagai seorang animator diawali dengan menjadi komikus amatiran. Korban pertamanya adalah buku-buku pelajaran kelas 3 SMA. Di buku inilah Adit membuat animasi strip komik. Ketika akan melanjutkan kuliah pun dengan tegas ia memilih , “ Ingin kuliah ditempat yang tidak ada matematikanya,” tandas anak kedua dari pasangan Sanarto Santoso dan Tri Astuti ini. Akhirnya Adit memilih menuntu ilmu di Advanced Diploma of Interactive Multimedia – KvB Institut of Tech, Sydney Australia untuk mempelajari multimedia. Saat kuliah ia sempat menjuarai perlombaan.
Ketika liburan kuliah, Adit pulang ke Indonesia untuk ikut magang di sebuha percetakan sablon di Malang selama dua bulan. Pemilik percetakan yang melihat hasil karyanya jauh melampaui kelasnya mengarahkan Adit untuk magang di Broadcast Desain Indonesia di kawasan Jakarta Selatan. Disana ia hanya mengamati pembuatan video dan teknik mengedit.
Karir Adit selepas kuliah dimulai sebagai creative desainer dn animator di Trans TV pada 2000-2002. Sebagai best student di KvB Institut of Tech, almamaternya, bisa saja ia melanjutkan hidup di negeri Kanguru itu, “Tapi saya tak betah hidup di Australia,” katanya. Selepas dari Trans TV, Adit memilih bekerja sebagai freelance selama satu tahun. Karena keterampilan dan pengetahuannya solid, ia bisa melakukan pekerjaan apapun. Dari animator, sutradara sampai produser, ia bisa melakukannya. Proyek pertama yang ditanganinya adalah video klip Padi “Bayangkanlah” . Clip ini memenangkan “Best Video clip of The Month” Video Musi c Indonesia 2002 dan “People Choice Award” Video Music Indonesia 2002. Sejak saat itu tawaran demi tawaran mengalir padanya.
Membangun Kesuksesannya Sendiri 

Tawaran bekerja dibawah perusahaan orang lain tak membuat Adit tertarik. Percaya diri pada kemampuannya bersama tujuh temannya ia mmebuat perusahaa dibidang jasa. Sayang usaha ini gagal, “Kumpulan orang pintar tapi tak ada naluri bisnis,” kata Adit menyimpulkan kegagalannya.
Karena tahu hanya kepada diri sendirilah ia bersandar, Adit memulai langkah yang terbilang nekat. Berbekal pinjaman bank sebesar 400 juta rupiah ia membuka kursus animasi. “Biar orang sekolah di Indonesia saja, tak harus keluar negeri,” niatnya sederhana.
Kendati terdengar ambisius namun Adit telah melakukan riset kecil-kecilan lebih dulu. Hasilnya, banyak orang menyatakan minat bila ia membuka lembaga kursus animasi di Indonesia.
Tekad itu diwujudkan dengan ikut sebuah pameran pendidikan di semanggi expo Jakarta Selatan. Disana ia menemukan ada 41 orang yang berminat menjadi murid. Ini menjadi langkah awal bagi Adit untuk mendirikan HelloMotion Inc, School of Animation and Cinema. Pemilihan nama dalam bahasa Inggris dimaksudkan agar ia bisa membuka franchisee di luar negeri.
Berdiri sejak lima tahun lalu, lembaga ini masih sepi. Dari modal 400 juta ia bisa menengguk keuntungan 18% setahun. Padahal ketika awal berdiri, sekolah itu tak mendapat keuntungan tapi malah minus 11%. Tahun berikutnya minus 6%. Sampai saat ini sudah meluluskan 800 an siswa,” Itu masih kurang karena kami hanya punya satu kelas,” katanya. Satu kelas diisi 10 siswa dan ada 20 instruktur yang handal dibidangnya.
Selain mencari penghasilan, Adit juga menyempatkan waktu untuk merealisasikan ide-ide aneh lainnya. Adit membentuk Kementerian Desain Republik Indonesia (KDRI) yang bertujuan mengubah Indonesia dengan caranya sendiri. Di KDRI, struktur birokrasinya sederhana. Ia menjabat juru bicara kementrian. Sedangkan posisi mentri diduduki Mr Gembol (panggilan masa kecilnya). Mr Gembol juga merangkap kurir KDRI. Biarpun terkesan lucu, dalam sehari website KDRI setidaknya dikunjungi 1000 pengunjung. Disini para volunteer dimanapun bisa mengirimkan desain karya mereka.
HelloMotion

Ada yang menarik dari tekad Adit mendirikan lembaga pendidikan animasi ini. Katanya, “Animasi kita masih kalah jauh dari Korea, Cina dan India. Animasi di Indonesia secara industri masih kategory advertising belum ke film dan TV.
Kini HelloMotion yang memiliki visi menggalakkan budaya motion picture art mulai diperhitungkan diindustri animasi tanah air. Untuk terus mengembangkan bisnisnya, Adit menggunakan cara Buzz Marketing atau getok tular serta lewat iklan media cetak, elektronik dan internet.
Ia sekarang tidak lagi khawatir dengan persaingan di industri animasi. Karena daftar tunggu untuk peserta kursus sekarang bisa sebulan lebih di Hello School. Adit juga terus melakukan inovasi-inovasi.
Itulah kisah sukses Wahyu Aditya yang bisa meraih mimpinya diusia muda dengan caranya yang unik bahkan terkadang nyeleneh dari orang pada umumnya.
Biodata
Nama : Wahyu Aditya
TTL : Malang, 4 Maret 1980
Pendidikan : 1998-2000 Advance Diploma Jurusan Interactive Multimedia – KvB Institute of Tech. Sydney Australia
Nama Usaha : HelloMotion Academy School of Animation and Creativity (Sekolah Animasi dan Sinema)
Penghargaan
2008 Finalis Wirausaha Muda Mandiri
2008 Juara 1 Blogging CompetitionBritish Council
2008 30 Most Inspiring People Under 30 – Award from Hard Rock FM
2008 Australian alumni award – Finalis Creativity and Design Award
2008 World Winner of British Council – International Young Creative Entrepreneur of The Year – Film Category
2007 Pemenang of British Council – International Young Creative Entrepreneur of the Year – Film Category Indonesia
2007 Finalis of British Council – International  Young Creative Entrepreneur of the Year – Designn Category – Indonesia
2007 Special Achievement Award – FAN/National Animation Festival
2007 Scholarship – Animation & Cinema Industry by AOTS - Japan
2006 Best 3 – International Young Creative Entrepreneur of the Year – Indonesia
2005 Best Concept for Future Film – Jakarta International Film Festival and Hubert Bals Foundation
2005 Win 8 Awards in Indonesia Animation Festival
2005 Finalis Asiana Film Festival – South Korea
Profesi
2004 – Sekarang  >> Pemimpin HelloMotion Academy – School of Animation Creativity, Konseptor dan kurator HelloFestMotion Art Festival, Movie Direktor, Motion Graphic Artist, Design Graphic Artist, Illustrator, Photographer, Art Director, Editor, Script Writer, Animator, Cameramen, Seminar Speaker and Dreamer.


2004 –Sekarang >> Vice President ASIFA / Animation Association – Indonesia Branch

Yoshida Goro – Pencipta Canon Kamera Tercanggih di Dunia

 Yoshiida Goro

Apakah ada diantara para blogger yang hobi fotografi? Tahukah teman, kamera merk apa yang biasanay paling sering digunakan oleh para fotografer profesional bahkan tingkat dunia? Dialah CANON – Kamera tercanggih yang menguasai pasar dan dunia fotografi.
Tahukah teman bahwa sebelum Canon lahir, dahulu untuk memiliki sebuah kamera saja orang setingkat profesor perlu mengutuhkan uang gajinya hingga setengah tahun? Tahukah teman siapa yang berjasa membuat kamera super canggih namun tetap ramah di kantong? Dialah Yoshida Goro. Sebenarnya bagaimana Biografi Yoshida Goro secara lengkap dan bagaimana ia bisa menciptakan kamera Canon yang begitu melegenda? Berikut Biografi Yoshida Goro.

Biografi

Yoshida Goro dilahirkan pada tahun 1900 di Hiroshima, Jepang. Ia mengenyam pendidikan hanya sampai Sekolah Menengah Atas. Yoshida Goro kemudian bekerja di perusahaan developing dan rekonstruksi film dan kamera di Tokyo. Dari situ ia belajar banyak tentang kamera.

Suatu hari saat usia Yoshida Goro menginjak 20 tahun, perusahaannya menunjuk Yoshida untuk berangkat ke Shanghai China guna membeli beberapa suku cadang dan peralatan yang berkenaan dengan kamera film dan proyektor.
Di China, ia bertemu dengan temannya yang bernama Roy E. Delay. Temannya menyarankan mengapa Yoshida tidak membuat sendiri saja suku cadang kamera di Jepang, toh Jepang sudah maju dibidang industri dan permesinan seperti membuat kapal selam dan tank yang tangguh, Jepang sudah bisa.
Dari usulan temannya tersebut Yoshida Goro akhirnya berfikir untuk merealisasikan ide tersebut. Saat itu pasar kamera film 35 mm didominasi oleh barang buatan Jerman yang harganya sungguh muahal. Sebut saja kamera Leica dan Contax yang harganya mencapai 420 yen, padahal gaji lulusan sarjana tertinggi saat itu hanya 70 yen. Bukankah sangat mahal sekali harga kamera Jerman itu.
Membuat Prototype Canon

Yoshida pun kemudian membongkar kamera Leica, ia ingin tahu apa yang membuat Leica begitu mahal, ia ingin tahu seberapa canggih spare part Leica. Ketika Yoshida membongkar Leica, betapa terkejutnya dirinya ternyata Leica tak ubahnya hanya kamera dengan susunan kuningan, aluminium, besi dan karet. Tak ada suatu yang istimewa di dalam kamera Leica.
Awalnya Yoshida mengira dalaman Leica ada yang terbuat dari berlian ternyata tidak sama sekali. Yoshida begitu geram mengetahui hal ini. Bagaimana mungkin sebuah kamera yang tidak ada yang istimewa dijual dengan harga begitu mahal oleh Jerman, sepertinya selama ini publik telah ditipu oleh kamera mahal tersebut.
Yoshida Goro menggandeng adik iparnya yang bernama Uchida Saburo dan temannya untuk membuat dan mendanai kamera yang berkualitas.
Akhirnya pada tahun 1934 di bulan Juni, Yoshida berhasil merakit sebuah kamera yang diberi nama Kwanon, diambil dari salah satu nama dewa di agama Budha. Dan lensa kamera ia beri nama Kasyapa, salah satu murid Budha.
Yoshida belum terpikir untuk mengkomersilkan kamera rakitannya karena ia sudah cukup puas bisa membuktikan ke dunia bahwa Jepang juga bisa membuat kamera film yang tak kalah canggih dengan buatan Jerman namun dengan harga pembuatan yang relatif murah.
Komersialisasi Canon
Uchida Saburo
Adik ipar Yoshida Goro yang bernama Uchida Saburo melihat peluang ini. Saburo kemudian menggandeng Precision Optical Instruments Laboratory dan Nippon Kogaku untuk memproduksi masal kamera film 35 mm tersebut. Kamera tersebut awalnya dinamai “Hansa Canon”. Dalam produksi kamera ini, Nippon Kogaku bertugas membuat lensanya, mount lensa, optical system dari viewfinder dan mekanis rangefinder, sedangkan Precision Optical Instruments Laboratory bertugas memproduksi rangka kamera.
Sedangkan untuk pemasarannya, Saburo menggandeng Omiya Shashin Yohin Co., Ltd. Yang merupakan jaringan toko dan asesoris kamera untuk memasarkan “Hansa Canon”.
Pada tahun 1936 di bulan Juni Precision Optical Instruments Laboratory pindah ke daerah Meguro, dan berganti nama menjadi Japan Precision Optical Instruments Laboratory. Dalam perkembangannya, pertengahan tahun 1937 Canon memproduksi sendiri lensa dengan nama Serenar. 
Kemudian tahun 1942, Takeshi Mitarai teman dari Saburo Uchida, menjadi president Precision Optical Instruments Laboratory. Tanggal 15 September 1947, Mitarai mengganti nama perusahaan menjadi Canon Camera Co., Ltd. Kamera dan lensa yang dibuat sejak 1953, diberi nama Canon.
Nama-Nama Canon
Saat ini Canon adalah kamera yang merajai pasar dunia, hampir semua fotografer profesional, amatir dan individu yang mencintai potret memotret selalu memilih Canon sebagai kameranya. Selain kualitasnya yang canggih, harga Canon juga tak mencekik leher dan tak menipu konsumen.
Sesuatu yang bisa diambil dari sejarah Canon dan Biografi Yoshida Goro adalah bahwa Yoshida telah berhasil membuat kekecewaan dan kemarahan dirinya terhadap kamera Leica menjadi energi positif untuk membuat kamera film sendiri dan akhirnya berhasil. Namun Yoshida tak melihat peluang lainnya yang tak kalah besar yaitu komersialisasi kamera tersebut yang akhirnya hal ini diambil alih adik iparnya yaitu Uchida Saburo yang akhirnya berhasil meraih keuntungan dari komersialisasi kamera Canon.
Dalam dunia bisnis tak peduli se-berlian apa itu idenya tapi kalau tak bisa menjual maka tak menghasilkan apa-apa. Namun orang lain yang melihat peluang itu bisa saja mengambilnya, mengembangkannya dan akhirnya membawa keuntungan buat dirinya, tentu saja saat mengambil ide orang lain haruslah dengan kode etik yang benar.
Yoshida Goro tampaknya hanya puas sebagai pembuat prototype tanpa mau berusaha mengembangkannya lebih lanjut untuk tujuan komersialisasi yang akhirnya diambil alih oleh adik iparnya sendiri yaitu Uchida Saburo yang juga terlibat dalam membuat prototype kamera Canon, selama proses itu semua pihak yang terkait saling rela ya...sah-sah saja.

Meninggalnya Yoshida Goro
Yoshida Goro tetaplah tercatat dalam sejarah sebagai orang yang membuat kamera Canon pertama kalinya. Ia kemudian meninggal pada tahun 1993 di usia 93 tahun.


Foto-Foto

Orang-Orang Yang Berperan di Canon
Kantor Pusat Canon di Jepang

Helen Keller – Menemukan Terang di Dalam Kegelapan

 

Hellen Keller

Seorang aktivis sosial Amerika terkenal, Helen Keller, mengatasi cacat jasmaninya dengan tekad baja yang luar biasa. Bukan saja ia berhasil menyelesaikan studi universitasnya namun juga karena fasihnya dalam berbahas asing sampa menguasai lima bahasa serta menulis 14 karya klasik. Ia telah menciptakan mukjizat dalam sejarah umat manusia.

Biografi Helen Keller
 
Helen Keller lahir dengan nama lengkap Helen Adams Keller, dilahirkan di Tuscumbia, Alabama, 27 Juni 1880. Helen Keller dilahirkan sebagai anak perempuan yang sehat dan aktif. Namun demam tinggi saat usianya satu tahun membuatnya kehilangan penglihatan dan pendengarannya. Semenjak itu ia jatuh kedalam dunia kegelapan dan kesunyian. Demikianlah, ia telah kehilangan kemampuan berbicaranya dan tak dapat mengekspresikan perasaannya.
 
Keller (sebutan Helen Keller) terus berusaha untuk berbicara, namun tak seorang pun dapat memahaminya termasuk orang tuanya sendiri. Hal ini membuat nya sering mengamuk dengan membuang semua benda-benda yang ada di sekitarnya.
Orang tuanya terutama sang ibu sangat sedih melihat penderitaan puteri mereka. Kepedihan dan penderitaan Keller benar-benar tak terucapkan. Sekeras apapun ia berusaha, ia tak dapat membebaskan dirinya dari dunianya yang gelap.
Ketika berusia tujuh tahun, orang tuanya merekrut seorang guru yang dapat membimbingnya yang bernama Anne Sullivan.  Pembimbingnya ini pernah mengalami hal yang serupa dengan Helen Keller saat ia berusia 14 tahun. Lalu Anne bersekolah di sekolah khusus orang cacat. Anne yang awalnya buta mendapatkan penglihatannya kembali setelah menjalani operasi. Pengalaman itu memicunya untuk giat belajar dan menjadi guru yang sangat baik. Ia bisa memahami penderitaan Keller.
Sullivan mulai mengoreksi kebiasaan buruk Keller. Setiap kali Keller mengamuk, Sullivan hanya mendiam kannya saja sampai Keller tenang. Sullivan memberi Keller sebuah boneka dan mengejakan kata b-o-n-e-k-a ditangan Keller. Keller terpesona dan ganti mengejanya di telapak tangan Sullivan.  Itulah awal proses belajar Keller. Mulai saat itu Sullivan selalu mengejakan nama-nama benda di telapak tangan Keller.
Helen Keller sangat senang sekali. Ia cepat sekali menangkap apa yang diajarkan Sullivan padanya. Sullivan kemudian mengajari Keller huruf braile (huruf untuk orang tuna netra). Keller mulai membaca buku seperti Snow White and the seven Dwarf dan Little Ugly Duckling dengan sistem braile. Secara bertahap Hellen mulai mengenal dunia luar.
Helen Keller kemudian bersekolah di sekolah luar biasa. Disana ia belajar menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Dengan jarinya ia mempelajari berbagai topik seperti matematika, Geografi, Sejarah, Biologi dan juga belajar bahasa asing. Keller sering menghabiskan waktunya belajar di perpustakaan sekolah untuk lebih mengasah pengetahuannya.
Helen Keller memiliki satu lagi keinginan yang belum terwujud yaitu ia ingin bisa bicara. Helen tidak bisu hanya saja karena sejak kecil ia sudah tak bisa mendengar dan melihat maka ia juga tak bisa menirukan suara orang.
Keller kemudian menyampaikan keinginannya tersebut pada Sullivan. Ini tugas berat bagi Sullivan namun ia percaya Helen bisa mencapainya.
Sullivan kemudian membawa Helen Keller menjumpai seorang wanita yang ahli melatih siswa bisu tuli untuk bicara. Wanita itu kemudian memegang tangan Helen dan meletakkannya pada rahang dan tenggorokannya dan mulai mengeluarkan suara. Proses belajarnya sangat lamban dan sulit. Ia ingin Keller menirunya dengan menggunakan tangannya untuk menyesuaikan gigi serta lidahnya secara benar agar dapat menghasilkan suara yang tepat.
Keller berusaha sangat keras untuk menghasilakan suara yang tepat.Sering ia sampai berkeringat hanya berupaya menghasilkan suara yang tepat walau untuk kata yang sederhana sekalipun. 
Helen Keller dan Sullivan
Dirumah Keller meminta Sullivan berlatih bersamanya. Setelah melalui proses yang sulit dan panjang akhirnya Helen bisa berbicara juga. Keller kemudian belajar bahasa Perancis, Jerman , Latin dan bahasa asing lainnya.
Helen kemudian mengungkapkan keinginannya untuk belajar di universitas. Keller kemudian diterima di universitas yang diinginkannya. Selama masa kuliah Sullivan menemaninya duduk disampingnya guna menuliskan mata kuliahnya ditelapak tangan Keller. Sepulang kuliah, Keller menghabiskan waktunya untuk mengetik pelajaran yang didapatnya di kuliahan tadi dengan mesin ketik braile.
Karena kegigihannya Keller akhirnya berhasil lulus universitas dan merupakan lulusan bisu-tuli pertama di dunia. Semua orang berdecak kagum atas prestasinya. Keller merasa sangat berterima kasih pada gurunya, Sullivan. Ia berjanji akan mengikuti jejak sang guru untuk mendidik orang yang buta tuli seperti dirinya.
Keller kemudian mulai berpidato dan beramal bagi mereka yang buta tuli. Keller menularkan semangat juangnya selama ini pada orang yang senasib dengannya. Ia berkeliling dunia guna misinya mendidik orang tuli dan buta.
Helen Keller meninggal pada tanggal 1 Juni 1968 di Easton, Connecticut. Semua orang yang pernah membaca kisahnya sangat terinspirasi oleh kehidupannya. Kisahnya dan karya-karyanya selalu menjadi inspirasi bagi umat manusia dalam mengatasi segala hambatan. Kehidupan akan sangat berarti kalau saja semua orang bisa secara singkat mengalami seperti apa rasanya buta-tuli itu. Kegelapan akan membuatnya lebih mencintai kehidupan dan kesepian akan membuatnya lebih mensyukuri suara dan pemandangan di sekelilingnya.

Biografi WS Rendra – Penyair dan Sastrawan Indonesia

 

WS Rendra

Anda tentu masih ingat WS Rendra atau Sang Burung Merak. Berikut ini penulis akan mengulas mengenai Biografi WS Rendra.
Masa Kecil Hingga Dewasa

WS Rendra adalah seorang penyair kenamaan yang dimiliki Indonesia. Ia dilahirkan di Solo pada tanggal 7 November 1935. Nama lahir WS Rendra adalah Willibrordus Surendra Broto, ayahnya bernama R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan ibunya bernama Raden Ayu Catharina Ismadillah. 


WS Rendra memang dilahirkan dikeluarga yang kental akan seni, tak heran jika darah seni sangat mudah merasuk dalam diri Rendra. Ayahnya adalah seorang dramawan yang merangkap sebagai guru Bahasa Jawa dan bahasa Indonesia di sebuah sekolah Katolik di Solo, sedangkan ibunya adalah seorang penari serimpi yang banyak di undang oleh Keraton Surakarta.

WS Rendra menghabiskan masa kecil hingga SMA nya di Solo dengan bersekolah TK hingga SMA di Sekolah Katolik St. Yosef. Namun sejak lulus SMA, WS Rendra berhijrah ke Jakarta demi meneruskan sekolah di Akademi Luar Negeri, akan tetapi malang nasibnya, setelah sampai di Jakarta ternyata sekolahan tersebut telah tutup.
WS Rendra akhirnya meninggalkan Jakarta, kota impiannya dan menuju ke Yogyakarta. Pilihannya jatuh pada Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada. Di fakultas ini, bakat seninya semakin tertempa dengan baik namun ia tak bisa menyelesaikan studinya di sini. Rendra kemudian mendapat tawaran beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA) untuk mempelajari lebih jauh tentang dunia seni tari dan drama, kesempatan ini tentu tak disia-siakannya. Iapun kemudian pergi ke Amerika pada tahun 1954 untuk mengambil beasiswa tersebut. Di Amerika, Rendra tak hanya berkuliah namun juga sering mengikuti seminar tentang seni dan kesusastraan atas undangan pemerintah AS di Harvard University.
Sebenarnya, bakat seni dari WS Rendra sudah tampak saat ia masih SMP. Ketika itu, ia sering ikut mengisi acara sekolah dengan mementaskan drama, puisi serta cerita pendek. Rendra sering mementaskan drama hasil karyanya. Drama pertama yang ia pentaskan di SMP berjudul Kaki Palsu. Ia juga kerap mendapatkan penghargaan , salah satunya adalah saat SMA WS Rendra menang sebagai juara pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta dalam dramanya yang berjudul Orang-Orang di Tikungan Jalan.
Yang paling menonjol adalah bakatnya dalam membacakan puisi. Puisi-puisi WS Rendra pun kemudian dipublikasikan di majalah setempat, waktu itu adalah majalah siasat. Awal kali ia menerbitkan puisisnya di majalah adalah saat tahun 1952, setelah itu hampir rutin tiap terbit majalah, puisinya selalu ikut menyemarakkan halaman majalah – majalah lokal tahun 60-an dan 70-an. Beberapa puisi WS Rendra yang tekenal adalah Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru.
Setelah menang dalam berbagai ajang seni dan drama serta puisi, WS Rendra semakin semangat menghasilkan karya-karya baru. Karya-karyanya tak hanya terkenal di dalam negeri, namun juga di manca negara dengan diterjemahkannya karya-karya beliau dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Jepang dan bahasa India.
Untuk lebih memfasilitasi dirinya dalam berkarya serta menularkan kejeniusannya dalam bidang seni drama dan puisi, maka pada tahun 1967 WS Rendra mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta dan Bengkel Teater Rendra di Depok.
Kisah Cinta dan Muallaf-nya WS Rendra

WS Rendra - Sang Burung Merak

Pada umur 24 tahun, WS Rendra melabuhkan hatinya pada seorang wanita bernama Sunarti Suwandi yang kemudian memberinya lima orang anak yang bernama Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta.
Setelah menikah, WS Rendra bukannya menutup hati, ia malah kepincut dengan salah satu muridnya di Bengkel Teater yang bernama Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat yaitu putri Keraton Yogyakarta yang sering maindan belajar di teater Rendra. Jeng Sito adalah panggilan akrabnya. Jeng Sito sering berbaur dalam rumah tangga WS Rendra – Sunarti dengan ikut memandikan dan menyuapi anak-anak Rendra. Dari sinilah kedekatan itu terjalin. Bahkan istri Rendra, Sunarti, mendukung dan ikut melamarkan Jeng Sito untuk menjadi istri kedua WS Rendra. Namun ayahanda Sitoresmi keberatan karena perbedaan agama. Rendra Katolik sedang Sitoresmi Islam.
WS Rendra pun membuat kejutan dengan bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat di hari pernikahannya dengan Sitoresmi pada tanggal 12 Agustsu 1970 dan dua rekannya yaitu Taufiq Ismail dan Rosidi sebagai saksinya.
Menjadi Muallafnya Rendra, membuat publik melontarkan komentar yang bernada sinis. Publik banyak yang mempertanyakan ketlusan niat Rendra memeluk Islam, banyak yang menganggap itu hanyalah sensasi Rendra agar dibolehkan poligami. Menanggapi hal itu, WS Rendra mengungkapkan bahwa dirinya tertarik Islam sudah cukup lama yaitu ketika melakukan persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum dirinya menikah dengan Jeng Sito.
Menurut Rendra, Islam telah berhasil menjawab kegalauan dirinya akan hakekat Tuhan. “Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai,” begitu katanya. Menurutnya lagi Allah lebih dekat dari urat leher seseorang, jadi jika ingin berdoa tak perlu perantara.
Terlepas dari pro kontra ke-Muallaf-an Rendra, tudingan terhadapnya tentang publik figur yang haus publisitas dan gemar popularitas terus menuju padanya. Terlebih model rumah tangganya yang meletakkan dua istri dalam satu atap.
Ditengah maraknya tudingan miring akan dirinya dan model rumah tangganya, Rendra kedatangan tamu dari Australia. Ketika Rendra menemani tamunya yang dari Australia untuk berkeliling ke Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Rendra melihat seekor merak jantan yang lagi berjalan dengan diapit dua betinanya. Melihat itu, Rendra langusung berseru dengan tertawa terbahak-bahak Itu Rendra! Itu Rendra!. Mulai saat itulah julukan Si Burung Merak melekat pada dirinya.
Dari pernikahannya dengan Sitoresmi, Rendra dikaruniai empat anak yaitu Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati.
Rendra ternyata tak puas hanya dengan dua istri, naluri kejantanannya bertingkah lagi dengan menikahi seorang gadis bernama Ken Zuraida, akan tetapi pernikahan ketiganya ini harus dibayar mahal dengan mengorbankan dua istri terdahulunya yaitu Sitoresmi dan Sunarti. WS Rendra harus rela menceraikan dua istrinya ini pada tahun 1979 karena tak menyetujui Rendra memiliki istri ketiga. Dari pernikahannya yang ketiga, Rendra mendapat dua anak yaitu Isaias Sadewa dan Maryam Supraba.
Festival, Penghargaan dan Karya WS Rendra

Gaya WS Rendra Membawakan Karya
Yah itulah WS Rendra dengan segala kelebihan prestasi dan kontroversi kehidupannya. Namun tentu kita patut mengacungi jempol untuk berbagai prestasi dan penghargaan yang berhasil digondolnya seperti sebagai berikut :
·         Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)
·         Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
·         Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970).
·         Hadiah Akademi Jakarta (1975)
·         Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)
·         Penghargaan Adam Malik (1989)
·         The S.E.A. Write Award (1996) dan
·         Penghargaan Achmad Bakri (2006)
Selain itu, WS Rendra juga sering melakukan pementasan drama dan puisi serta aktif mengikuti berbagai festival seni dan sastra di luar negeri seperti :
·         The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979),
·         The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985),
·         Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985),
·         The First New York Festival Of the Arts (1988),
·         Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989),
·         World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan
·         Tokyo Festival (1995)
Berikut ini adalah Karya Sajak/Puisi W.S. Rendra

Jangan Takut Ibu
Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
Empat Kumpulan Sajak
Rick dari Corona
Potret Pembangunan Dalam Puisi
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta!
Nyanyian Angsa
Pesan Pencopet kepada Pacarnya
Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
Perjuangan Suku Naga
Blues untuk Bonnie
Pamphleten van een Dichter
State of Emergency
Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
Mencari Bapak
Rumpun Alang-alang
Surat Cinta
Sajak Rajawali
Sajak Seonggok Jagung
WS Rendra Meninggal


Pada pertengahan tahun 2009, WS Rendra menderita sakit jantung koroner dan harus menjalani perawatan intensif di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setelah satu bulan , penyakitnya semakin menggerogoti tubuhnya dan akhirnya sang penyair besar Indonesia WS Rendra menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu juga pada 7 Ogos 2009 tepat jam 22.15 WIB di usianya yang ke 74 tahun.
Jenazah WS Rendra kemudian dikebumikan di kompleks Bengkel Teater, Cipayung-Citayam, Depok selepas shalat jum’at. Makamnya tak jauh dari makam Mbah Surip yaitu penyanyi reggae Indonesia yang terkenal dengann lagu fenomenalnya “Tak Gendong” yang telah berpulang seminggu sebelumnya. Mbah Surip dan WS Rendra memang bersahabat.
Itulah biografi WS Rendra, sang sastrawan Indonesia yang dijuluki Burung Merak. Terlepas dari kurang lebihnya seorang WS Rendra adalah tetap manusia biasa. Sebagaimana peribahasa Tak Ada Gading Yang Tak Retak. Semoga kita bisa meneladani hal-hal positifnya dan tidak meniru hal-hal negatifnya.

Biografi Chairul Tanjung – Anak Singkong Jadi Raja Media

 

CT

Akhir-akhir ini mencuat seorang nama di jajaran konglomerat Indonesia. Nama itu adalah Chairul Tanjung. Seorang “anak singkong” atau anak sangat biasa sekali yang kemudian menjadi seorang konglomerat Indonesia bahkan namanya juga termasuk dalam jajaran seribu orangg terkaya dunia.
Siapa sebenarnya sosok Chairul Tanjung ini. Berikut akan dituturkan penulis Biografi Chairul Tanjung, seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana bisa menjadi Raja media dan memiliki konglomerasi yang begitu besar.
 Biografi Chairul Tanjung
 
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Orang tua Chairul Tanjung bernama A.G Tanjung (Ayah) yang berketurunan Batak sedangkan ibunya bernama Halimah adalah orang Sunda tepatnya Sukabumi.
Awalnya keluarga Chairul Tanjung adalah keluarga yang berlebih, ayahnya adalah seorang wartawan di jaman Presiden Soekarno dan juga menerbitkan majalah lokal yang oplahnya lumayan. Namun kemudia saat era Soeharto, surat kabar dari ayah Chairul Tanjung dicurigai sebagai antek orde lama dan akhirnya dipaksa untuk tutup.
Dari sinilah perekonomian keluarganya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Rumah yang cukup luas yang didiami keluarganya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Chairul Tanjung bersama saudara dan orang tuanya harus pindah ke kamar losmen yang sangat sempit.
Walau tengah dihimpit kesulitan ekonomi namun ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyamm pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu saat Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, ia kemudian melanjutkan studinya di Kedokteran gigi Universitas Indonesia.  Chairul termasuk mahasiswa yang pandai. Ia sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.

Kuliah Sambil Berbisnis

Untuk menopang uang sakunya yang jauh dari cukup, Chairul pun berkuliah sambil berbisnis. Awalnya ia berjualan buku kuliah stensilan, kemudian juga berjualan kaos. Ia bersama temannya kemudian juga membuka usaha foto copy di kampusnya. Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta Pusat yang menyediakan aneka kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium.
Walau ia harus mmebagi waktu antara kuliah dan berbisnis, namun Chairul bisa menyelesaikan kuliah nya di kedokteran gigi dengan baik. Ia kemudian menyandang gelar Sarjana kedokteran dibelakang namanya. Namun karena darah bisnis rupanya lebih kental, ia kemudian memutuskan untuk menjemput rejeki dari bisnis bukan sebagai dokter gigi.
Chairul kemudian lebih memantabkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga temannya pada tahun 1987. Bisnis ini bermodalkan hutangan dari bank Exim sebesar 150 juta. Perusahaan Chairul dan temennya ini memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor. Mereka patut berbangga karena begitu mendirikan usaha ini mereka langsung menerima orderan sebesar 160 ribu pasang sepatu dari Itali. Namun kemudian Chairul memutuskan untuk berpisah dan mendirikan usaha sendiri karena ternyata ketiga temannya memiliki visi yang berbeda dengan dirinya.

Membentuk Konglomerasi

Chairul Tanjung kemudian mendirikan perusahaann sendiri yang bergerak dibidang media yaitu mendirikan Trans TV. Chairul Tanjung sangat pandai dalam membangun jaringan . Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu dibidang keuangan, properti, multimedia.
Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan seperti :
·         Bank Mega Tbk
·         Asuransi Umum Mega
·         Asuransi Jiwa Mega Life
·         Para Multifinance
·         Mega Capital Indonesia
·         Bank Mega Syariah
·         Mega Finance
Dibidang Investasi, Para Group juga mengakuisi si Carefour Indonesia dimana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen.
Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti :
·         Para Bandung Propertindo
·         Para Bali Propertindo
·         Batam Indah Investindo
·         Mega Indah Propertindo
·         Bandung Supermall
Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti :
·         Trans TV
·         Trans 7
·         Maha Gaya Perdana
·         Trans Fashion
·         Trans Life Style
·         Trans Studio
·         Diberitakan juga baru-baru ini Para Group juga membeli TV One dan AntV

Karena keberhasilannya ini, Chairul Tanjung kemudian dinobatkan sebagai konglomerat baru di Indonesia dimana beliau berada di urutan ke 937 dunia versi majalah Forbes tahun 2010 (mungkin saat ini urutannya naik) dan juga sebagai orang terkaya ke enam di Indonesia.


Chairul Tanjung kemudian merubah nama Para Group menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.

Pendidikan Chairul Tanjung

•             SD Van Lith, Jakarta (1975)
•             SMP Van Lith, Jakarta (1978)
•             SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
•             Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
•             Executive IPPM (MBA; 1993)

Rahasia Sukes Bisnis Chairul Tanjung

Chairul Tanjung bisa mencapai kesuksesan seperti ini bukan karena beliau adalah orang super. Ini dikarenakan beliau sangat pandai dalam membangun jaringan atau networking. Bagi Chairul, membangun jaringan adalah segalanya bahkann diatas modal itu sendiri. Ketiak bisnisnya lesu maka jaringan bisa diandalkan.
Membangun jaringan tidak hanya pada orang atau perusahaan yang sudah ternama saja, pada perusahaan yang belum ternama pun juga perlu karena siapa tahu esoknya kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga networking sangat dibutuhkan.
Dalam membangun bisnisnya, Chairul sangat sabar menapaki tangga bisnisnya. Selain kerja keras, pantang menyerah dan jaringan, kesabaran juga sangat penting. Chairul menyarankan agar tidak melakukan cara-cara instan karena itu hanya akan menjadi api dalam sekam bagi bisnisnya.
Itulah Biografi Chairul Tanjung. Untuk saat ini selain Abu Rizal Bakrie beliau adalah satu-satunya konglomerat yang asli dari darah pribumi Indonesia dan Muslim.

Chairil Anwar - Sang Sastrawan Indonesia

 

Chairil Anwar

Chairil Anwar dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia.

Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Pusinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.

Chairil Anwar dibesarkan dalam keluarga yang kurang harmonis. Orang tuanya bercerai, dan ayahnya menikah  lagi. Ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha, keduanya berasal dari kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Jabatan terakhir ayahnya adalah sebagai bupati Inderagiri, Riau. Ia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. Sebagai anak tunggal, orang tuanya selalu memanjakannya. Namun, Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apa pun; sedikit cerminan dari kepribadian orang tuanya.

Chairil Anwar mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjajahan Belanda. Ia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Saat usianya mencapai 18 tahun, ia tidak lagi bersekolah. Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, ia telah bertekad menjadi seorang seniman.

Pada usia 19 tahun, setelah perceraian orang tuanya, Chairil bersama ibunya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dimana ia berkenalan dengan dunia sastra; walau telah bercerai, ayahnya tetap menafkahinya dan ibunya. Meskipun tidak dapat menyelesaikan sekolahnya, ia dapat menguasai berbagai bahasa asing seperti Inggris, Belanda, dan Jerman. Ia juga mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer Maria Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, Hendrik Marsman, J. Slaurhoff, dan Edgar du Perron. Penulis-penulis tersebut sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung terhadap tatanan kesusasteraan Indonesia.

Semasa kecil di Medan, Chairil Anwar sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil Anwar. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:

Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta

Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. 

Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”

Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.
Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta pisah. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda.
Tak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.

Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh di dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, di tahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”


KUMPULAN PUISI CHAIRIL ANWAR

    * Deru Campur Debu (1949)
    * Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
    * Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
    * "Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949", disunting oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh        Sapardi Djoko Damono (1986)
    * Derai-derai Cemara (1998)
    * Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
    * Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck

PUISI KARYA CHAIRIL ANWAR YANG DITERJEMAHKAN DALAM BAHASA ASING

Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol. Terjemahan karya-karyanya di antaranya adalah:

* "Sharp gravel, Indonesian poems", oleh Donna M. Dickinson (Berkeley, California, 1960)
* "Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah, Chairil Anwar, Walujati" (Madrid: Palma de Mallorca, 1962)
* Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York, New Directions, 1963)
* "Only Dust: Three Modern Indonesian Poets", oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets, 1969)
* The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany, State University of New York Press, 1970)
* The Complete Poems of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang, dengan bantuan H. B. Jassin (Singapore: University Education Press, 1974)
* Feuer und Asche: sämtliche Gedichte, Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag, 1978)
* The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, oleh Burton Raffel (Athens, Ohio: Ohio University, Center for International Studies, 1993)

KARYA KARYA UNTUK MENGENANG CHAIRIL ANWAR

* Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953)
* Boen S. Oemarjati, "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972).
* Abdul Kadir Bakar, "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974)
* S.U.S. Nababan, "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York, 1976)
* Arief Budiman, "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jaya, 1976)
* Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976
* H.B. Jassin, "Chairil Anwar, pelopor Angkatan '45, disertai kumpulan hasil tulisannya", (Jakarta: Gunung Agung, 1983)
* Husain Junus, "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984)
* Rachmat Djoko Pradopo, "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
* Sjumandjaya, "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987)
* Pamusuk Eneste, "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor, 1995)
* Zaenal Hakim, "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat, 1996)

PUISI “AKU” KARYA CHAIRIL ANWAR
Puisi Karya Chairil Anwar 

Aku
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

Tentang Walt Disney - Bapak Animasi dan Pendiri Disneyland

 

Walt Disney

Lahir di Amerika tepatnya di Chicago, Illionis, pada tanggal 5 Desember 1901. Ia ciptakan kerajaan kartun yang maha besar yang membawakan tawa dan suka cita yang tiada habis-habisnya bagi anak-anak dan bahkan orang dewasa di seluruh dunia.

Jalannya menuju kewirausahaan tidaklah mudah. Kegagalan, kemiskinan, kelaparan dan pengkhianatan antara lain menandainya. Tetapi pria yang optimis ini mengatasi semuanya itu...
  
Walter Elias Disney atau akrab dipanggil Disney atau Walt Disney tentu tak asing bagi telinga kita. Setiap kita mendengar nama Disney, bayangan kita tertuju pada taman bermain yang penuh dengan permainan anak dan dewasa serta berbagai tokoh kartun yang ada di film-film anak. Disney adalah pendiri kerajaan film anakserta pendiri pusat hiburan keluarga yang sangat tenar di dunia ini.

Biografi Walt Disney
Disney lahir di daerah peternakan dimana ia tumbuh diantara hewan-hewan. Ia senang mengamati gerakan hewan-hewan itu. Ia juga senang menggambar tingkah laku hewan itu. Setelah besar ia bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan periklanan setempat.
Disana ia berkenalan dan berteman dekat dengan seorang ilustrator yang sangat berbakat yaitu Ubbe ‘Ub’ Iwerks. Mereka sering bertukar pikiran mengenai ide-ide tentang menggambar.
Suatu hari perusahaan periklanan yang mereka ikuti gulung tikar dan mereka akhirnya jadi pengangguran. Mereka akhirnya memutuskan untuk membuat usaha sendiri. Mereka kemudian membentuk perusahaan percetakan dan periklanan yang bernama Iwerks and Disney.
Disney aktif mencari nasabah yang mau memakai jasanya. Tapi sayang usaha mereka hanya seumur jagung dan langsung gulung tikar. Kemudian mereka berdua mendapat pekerjaan sebagai kartunis disebuah film animasi. Ketika itulah Disney menemukan daya tarik film animasi. “Film-film animasi itu menarik! Dan berpotensi besar untuk pertumbuhan. Ini layak kupelajari lebih lanjut.” Begitu gumamnya.

Mengenal Film Animasi
Disney belajar dibidang film animasi. Disney tak pernah berhenti mengembangkan dirinya dalam bidang ini. Ia membaca, menonton film, ia buat kartunnya sendiri dan sebagainya. Begitu sehari-harinya. Belajar dan terus mengasah ketrampilannya.
Setelah yakin bisa, ia kemudian mengundurkan diri dari perusahaan dan ia gunakan seluruh tabungannya untuk membentuk Laugh-o-Grams, sebuah perusahaan film animasi pertamanya. Dengan bantuan temannya ia rampungkan Puss in Boots, Little Red Riding Hood dan beberapa film animasi lainnya.
Film animasinya kemudian banyak diputar dan disenangi orang. Disney sangat senang dengan hal itu. Akhirnya hasil karyanya banyak digandrungi orang. Namun ia tak memperhatikan cashflow perusahaannya yang karena terlalu antusias membuat film animasi, pendapatannya terus berkurang.
Ia kemudian terlilit hutang yang besar sekali. Jatuh dalam kesulitan keuangan, Disney bahkan tak sanggup membeli makanann yang layak. Akhirnya perusahaan animasinya bangkrut dan ia jatuh miskin lagi. (Itulah bisnis, tak hanya memperhatikan apakah produknya laku atau tidak namun juga harus memperhatikan cashflownya sesuai atau tidak).
Ia kemudian melamar pekerjaan lagi. Namun banyak yang menolaknya. Disney tak kehilangan akal. Ia kemudian membujuk dan mengajak kakaknya agar mau menanamkan uangnya dan membentuk Disney Brothers Studio.
Disney bekerja sama dengan seorang produser film untuk membuat film animasi Alice in Wonderland. Film ini menggabungkan aktor sungguhan dan aktor animasi. Film ini sangat diminati penonton. Di dalam film ini ada tokoh yang bernama “Oswald” yang menjadi trede mark dari film ini. Disney pun dapat bernafas lega karena film ini laris manis, kita bahkan masih bisa melihat film Allice in Wonderland saat ini.
Baru saja Disney mengecap sukses besarnya yang pertama. Terjadilah konspirasi dibelakangnya. Ketika Disney mendiskusikan perpanjangan kontrak dengan produsernya tiba-tiba produsernya hanya membayarnya sedikit. Hal ini membuat Disney marah dan tidak terima. Produsernya malah menantang jika Disney tak mau dibayar sedikit ya sudah, kontraknya tak usah diperpanjang lagi dan hak atas Allice in Wonderland adalah hak sang produser dan Disney tak boleh menggambar tokoh kelinci seperti Oswald lagi.
Yang lebih menyakitkann adalah bahwa semua ilustrator yang seharusnya bekerja untuk Disney, disabotase dengan gaji yang lebih tinggi.
Merasa dikhianati apalagi Disney tak punya kekuatan hukum untuk melawan, Disney pun pasrah dan ia memutuskan tak mau bekerja sama lagi dengan orang seperti itu. Ia lebih baik melepas hak cipta Oswald daripada tunduk pada orang pengkhianat seperti itu.

Membuat Mickey Mouse
Walt Disney dan Mickey Mouse
Tetapi ia tidak pernah berhenti dalam menggambar tokoh animasi. Ia kemudian memiliki ide untuk menggambar tikus. Ia amati gerak-gerik tikus. Kemudian ia tuangkan kedalam gambar. Ia kemudian menamainya dengan Mickey Mouse.
Ketika ia mencari produser lain yang mau mendanai filmnya, tak ada yang mau. Ketika itu Hollywood merilis film suaranya yang pertama, The Jazz Singer. Disney mendapat inspirasi, Ia kemudian memberikan efek suara pada tokoh Mickey. Untuk membayar dubbing suara, Disney menjual satu-satunya mobil kesayangannya. Ia terus mencoba dubbing suara yang sesuai dan sealami mungkin. Akhirnya ia berhasil membuat efek suara yang pas untuk Mickey Mouse walau telah menelan banyak biaya.
Karena telah diberi efek suara, tokoh Mickey menjadi lebih hidup dan akhirnya ada produser yang baik hati mau mendanai film Mickey Mouse yang pertama.
Ketika akhirnya film Mickey Mouse diputar di bioskkop-bioskop, ia langsung populer. Semua orang ingin menonton film animasi pertama yang menggunakan efek suara. Menyusul keberhasilan Mickey, Disney menciptakann tokoh animasi lainnya yang bernama Donald Duck, Goofy dan banyak tokoh kartun menarik lainnya.
Walaupun tokoh utama dalam kartun Disney iyu lahir dalam benak Disney, realisasi konsep-konsepnya diserahkan pada ilustratornya. Terlebih dahulu Disney mengkonseptualkan penampialn tokoh kartunnya, temperamennya dan ciri-cirinya. Lalu ia uraikan ide-idenya itu pada tim ilustratornya yang bertanggungjawab untuk menggambarnya.
Snow White and teh Sevenn Dwarfs, kartun animasi pertamanya yang berdurasi penuh juga sukses di pasaran. Sebagai pria yang pantang menyerah melakukan terobosan-terobosan, Disney memutuskan untuk bergerak maju. Ia bergerak menuju arah baru ketika ia berusia 50 tahun. Ia memiliki ide untuk membangun taman impian tematik dimana setiap anak dan orang dewasa dapat menghidupkan impian-impian masa kecilnya.

Mendirikan Disneyland
Disneyland
Ia kemudian merealisasikan idenya dengan membangun taman impian yang bernama Disneyland yang dibuka pertama kali pada tahun 1955. Taman fantasi ini menarik pengunjung dari seluruh dunia. Disinilah pengunjung dapat merealisasikan impian kecil mereka dan menemukan sukacita.
Disney telah berhasil membangun ide-idenya menjadi nyata. Ia sukses dalam hidupnya. Disney kemudian meninggal pada 1966 tepatnya tanggal 15 Desember di Burbank, California, USA.

Sekarang orang mengenang Disney sebagai orang yang membuat film-film animasi kesukaan anak-anak dan juga sebagai orang yang telah membangun Walt Disney, taman impian dan bermain. Kita bisa mengunjunginya di berbagai tempat seperti Amerika, Singapore, Hongkong dan Jepang.

Mario Teguh – Inspirataor dan Motivator No 1 Indonesia


Mario Teguh


Salam Super hadirin sekalian kembali lagi kita diacara Mario Teguh Golden Ways......

Kalimat diatas sering sekali kita dengar di Metro TV yang dipandu oleh seorang berperawakan tinggi dan selalu berpenampilan rapi. Beliau adalah Sang motivator dan inspirator Indonesia Mario Teguh...Berikut profil Mario Teguh

Mario Teguh yang nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh dilahirkan di Makasar pada tanggal 5 Maret 1956 dari pasangan suami istri Gozali Teguh dan Siti Maria. Beliau mulai terkenal ketika memandu acara di Metro TV yaitu Mario Teguh Golden Ways.

Mario Teguh memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP Malang. Awalnya Mario Teguh adalah seorang profesional di Citibank dan sebagai Head of Manager di BIMC, Zamre Ab. Wahab. kemudian ia mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunitas Mario Teguh Super Club (MTSC).

Setelah membawakan acara Mario Teguh Golden Ways, namanya mulai dikenal masyarakat. Pembawaannya yang tenang, santun dan selalu bertutur kata halus membuat banyak orang semakin terpesona padanya. Wajar jika kehadirannya di televisi selalu ditunggu orang.

Awalnya orang mengira Mario Teguh seorang non Muslim karena ia selalu memakai jas dan selalu menggunakan kata “Tuhan” tetapi saat diwawancarai di televisi beliau mengatakan bahwa beliau adalah seorang Muslim, dan itu semua adalah keunikan yang memang beliau ciptakan agar orang lebih gampang mengingat beliau.

Pada tahun 2010, Harian Republika memberikan penghargaan pada beliau sebagai salah satu dari 8 tokoh perubahan 2009.

Sebelum membawakan acara Mario Teguh Golden Ways, beliau sempat membawakan acara bertajuk Business Art di O’Channel tetapi acara ini kurang menuai sukses.

Saat ini Mario Teguh dianggap sebagai Motivator dengan bayaran termahal di Indonesia. Pada tahun 2003 Mario Teguh mengadakan seminar yang berhadiah mobil. Itu adalah seminar berhadiah mobil pertama yang pernah ada di Indonesia. Karena itulah MURI menghadiahkan penghargaan kepadanya sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia.

Pada tahun 2010 MURI juga menghadiahkan penghargaan padanya sebagai motivator dengan jumlah friends di Facebook terbanyak di Indonesia.


Berikut ini adalah Biodata Mario Teguh

Nama Lengkap : Sis Maryono Teguh

Nama Panggilan : Mario Teguh

Tempat Tanggal Lahir : Makasar, 5 Maret 1956

Orang Tua :    Gozali Teguh (ayah) seorang tentara keturunan Jawa-Cina

                        Siti Maria (ibu) keturunan Arab-Bugis

Istri : Linna Mario Teguh

Anak :  Audrey Teguh

             Marco Teguh

Agama : Islam
Twitter     : https://twitter.com/MTLovenHoney





Komunitas : Mario Teguh Super Club (MTSC) di http://mtsuperclub.com

Situs Resmi : www.marioteguh.asia




Pengalaman Bekerja

* BIMC sebagai Head of Manager, Zamre Ab. Wahab

* Citibank Indonesia (1983–1986) sebagai Head of Sales

* BSB Bank (1986–1989) sebagai Manager Business Development

* Aspac Bank (1990–1994) sebagai Vice President Marketing & Organization Development

* Exnal Corp Jakarta (1994–sekarang) sebagai CEO dan Senior Consultant

* Spesialisasi: Business Effectiveness Consultant




Pendidikan Yang Pernah Ditempuh

*       Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.

*       Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1)

*       Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.

*       Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).

Buku-Buku Yang Pernah Ditulisnya

-          Becoming a Star (2006)

-          One Million Second Chances (2006)

-          Life Changer (2009)

-          Leadership Golden Ways (2009)




Kata-Kata Bijak Mario Teguh

Yang kau sukai belum tentu baik bagimu.
Jika untuk mendapatkan yang kau sukai, engkau sering gagal dan menua dalam kekecewaan, maka sebaiknya engkau belajar menyukai yang tak kau sukai.
Lalu temukanlah kesukaan untuk menjadikan dirimu produktif, agar engkau menjadi pribadi dengan kedamaian dan kesejahteraan yang kau sukai.
Sadarilah, Tuhan sering menggunakan yang tak kau sukai sebagai penuntun bagimu.

Engkau yang sedang dibakar oleh kemarahan, ingatlah …Rasa marah adalah rahmat untuk mentenagai ketegasan mengubah keadaan menjadi lebih baik, bukan untuk menghinakan diri dan merusak hubungan baik dengan sesama.
Engkau pribadi yang baik.
Gunakanlah rasa marahmu untuk menghebatkan diri dan kehidupanmu.

Sahabatku yang baik hatinya,Bukan keberuntungan yang menjadikanmu bijak, tapi kebijakanmulah yang menjadikanmu beruntung.

Engkau harus menerima kemungkinan datangnya kekecewaan, tetapi engkau harus lebih meyakini kepastian pemenuhan harapanmu.Harapan adalah kekuatan yang meringankan bebanmu, yang melapangkan perjalananmu, dan yang membuka pandanganmu jauh ke masa depan.

Harapan adalah jembatan yang menghubungkan antara satu doa dengan doa-doamu yang berikutnya.Bersabarlah dalam harapan baikmu.
Karena,
Harapan adalah tali kehidupan yang menghubungkanmu dengan Tuhan.

Wahai Wanita, Lupakanlah mencari pria yang terbaik, tetapi fokuslah pada dirimu tuk menjadi wanita Terbaik..Hormatilah dirimu, jika engkau ingin mendapatkan cinta yang menghormatimu.
Tidak perlu merasa takut kehilangan seseorang, karena masih ada banyak orang di sekililingmu yang takut kehilanganmu.
Cinta akan terasa indah jika saling menyayangi, saling percaya, dan saling setia
Pria sejati tidak akan selingkuh karena menghargai pasangannya-
Cinta itu tidak selalu menuntut kesempurnaan. Cinta itu ketika kita dapat menutupi kekurangan seseorang dalam kebersamaan.
Tuhan, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan & sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram
Betapa pun sulitnya perjalananmu, selalu ingatlah Tuhan, agar keselamatanmu selalu terpelihara.
Semua tak akan ada artinya jika hanya sebatas kata-kata belaka. Semua tak akan ada hasilnya jika hanya sebatas memendam rasa.
Jangan hanya melihat Fisik karena cinta bukan sekedar memuji.

"Engkau tahu itu cinta, jika ketidak-hadirannya
menjadikanmu rindu dan melamun dalam keriuhan pesta".

Kemenangan tidak bisa diraih tanpa pengorbanan dan kerja keras.

Orang mungkin bisa menjelekkan pribadimu, tapi mereka tak mampu berbuat apapun terhadap sikapmu. Sikap, menunjukkan siapa dirimu.

Satu-satunya orang yang bisa membuatmu sangat HAPPY, adalah orang yang sama yang bisa membuatmu sedih & LONELY.

Kamu bisa menjadi apapun yang kamu mau, tapi kamu harus tetap menjadi dirimu sendiri.

Kamu tak bisa memberi yang tak kamu miliki. Jika kamu ingin mencintai orang lain, kamu harus terlebih dahulu mencintai diri sendiri.

Kamu memang bisa mengabaikan dia yang pernah kamu cinta, tapi kamu tak pernah bisa mengubah kenangan yang telah dia bawa ke hidupmu.
Keindahan manusia yang sesungguhnya bukanlah dari wajah dan perhiasan yang dikenakannya, akan tetapi dari hatinya

Tuhan, damaikanlah hati ini dengan keyakinan bahwa kesulitanku hanya sementara dan penyelamatanku sudah dekat.

Bekerja yang paling cerdas adalah bekerja keras

Rendahkan hatimu di depan Tuhan dan sesama, Maka Tuhan akan meninggikanmu melebihi dari yang kamu pikirkan dan doakan

Janganlah menghindari kesalahan, hindarkanlah diri dari melakukan kesalahan yang sama.

Tuhan tidak pernah merencanakan jahat untuk dirimu .

Percayalah semuanya akan indah pada waktunya


Jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan, khawatirlah jika hari ini anda tidak berbuat sebaik-baiknya untuk masa depan anda.

Membuat satu jiwa saja tersenyum, adalah ibadah. Marilah kita mempengaruhi kegembiaraan dalam kehidupan sesama


Tujuanmu di dalam pergaulanmu dengan orang lain bukanlah untuk tampil lebih pandai, tapi lebih penyayang

Kemiskinan dan ketertinggalan tidak bisa diperbaiki dengan menyalahkan orang lain


Mengeluh tidak memperbaiki kehidupan. Ia merendahkan dan menekan kita di bawah jika kita jadikan mengeluh sebagai kebiasaan.

Rasa malas it meminderkan dan memiskinkan, jika kita gunakan untuk menghindari pelajaran atau bekerja.


Jika anda bertemu dengan orang yang lebih baik dari anda, arahkan pikiran untuk menjadi serupa dengannya.

Tuhan,dosaku dan khilafku banyak. Tapi aku yakin Engkau akan memaafkanku. maka berikanlah kepadaku kekuatan untuk terjauh dari dosa

Trimakasih Tuhan,engkau telah memberikan kekuatan kepadaku untuk menahan ucapan yg bisa menyakitkan orang lain

Bebaskan hati dari rasa ingin memiliki, semua hanya titipan. Yang terpenting jadilah orang yang pantas untuk dititipi oleh Tuhan.


Jika engkau tegas menghormati dirimu, Tuhan akan memantaskan jodoh yang menghormatimu

Belajarlah melihat sisi baik dari setiap orang, Karen semua orang memiliki peran yang berarti bagi orang lain.


Banyak mengkritik diri sendiri lebih menguntungkan daripada sibuk mengkritik orang lain.

Ketika kita menolong orang lain sebenarnya kita sedang menolong diri kita sendiri

Pria termadesu adalah pria yang berharap keadaan dirinya dirubah oleh orang lain tanpa lakuin apa-apa

Pertarungan terhebat dan terberat adalah melawan diri sendiri


Apapun masalah kita, jika kita membaikkan hati, Tuhan akan membaikan hidup kita

Janganlah ingin dicintai dengan lembut, tapi tak mau melembutkan tutur dan tindakan


Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga, itu artinya kita harus lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Anda tidak akan disukai orang lain jika anda membandingkan kelebihan Anda dengan kekurangan mereka


Engkau yang sedang melayang gamang dalam perasaan cinta, dengarlah ini …

Dibutuhkan keberanian yang besar untuk melangkah maju dan menyampaikan keaslian perasaan cintamu kepadanya.

Dan, Dibutuhkan keberanian yang lebih besar untuk memintanya hidup berbahagia dan menua bersamamu.

Tapi, Dibutuhkan keberanian yang sangat mengagumkan besarnya untuk mundur dan membebaskan orang yang kau cintai, jika kebersamaan dengannya hanya akan memburukkan kehidupanmu berdua.

Cinta adalah tenaga kehidupan, yang hanya berperan baik bagi jiwa-jiwa yang saling mentautkan hati dalam persahabatan yang mesra dan penuh hormat.

Jika engkau diharuskan memilih antara cinta dan kebahagiaan, selalu pilihlah kebahagiaan.

Karena, Di mana ada cinta, seharusnya ada kebahagiaan. Yang selain itu, hanyalah illusi cinta.